Melalui Masa Orientasi Siswa (MOS) yang dilaksanakan Yayasan Pendidikan Hidayatullah unttuk tingkat SMP dan SMA, para siswa baru diharapkan dapat membangun karakter santri yang mandiri, relijius, berjiwa sosial, dan mengerti serta mengetahui tentang tata krama di sekolah.

Kepala Departemen Yayasan Pendidikan Hidayatullah Kota Bontang, Muhammad Firdaus, mengatakan kegiatan MOS ini merupakan kegiatan tahunan yang digelar Hidayatullah Depok dalam rangka mengenalkan kepada para murid tentang housing student, tata tertib sekolah, tata krama lingkungan, dan budaya pesantren.

Berikut ini beberapa foto MOS Yayasan Pendidikan Hidayatullah Kota Bontang yang digelar secara outdoor. Selain itu, MOS ini juga dilakukan indoor khususnya pada materi-materi tentang tata tertib, pengenalan lingkungan sekolah, dan lain sebagainya:

Baris berbaris

Membundar dan bersalaman

Senyum ceria anak-anak Yayasan Pendidikan Hidayatullah Bontang

Aduh, becek!

Baris-baris sebelum sarapan pagi

Menikmati menu makan pagi di pagi hari yang gerimis

Bergaya di depan kamera

Menegakkan bendara nasionalisme

Meriung menyaksikan api unggun dan pertunjukan

Melepas lelah dengan berenang di sungai

Foto bareng usai main rayap tanah

Posko medis oleh BMH Bontang

Mejeng sejenak! 

Senin, 8 September 2014, Madrasah Ibtidaiyah Ar-Riyadh Bontang dalam hal ini siswa-siswi kelas V dan VI menyambangi kantor Dinas Kesehatan Bontang. Kehadiran siswa-siswa yang berjumlah 116 siswa dan 4 orang guru pendamping bukan untuk check up kesehatan tetapi untuk study komparasi.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan seru dan suasana ruang pertemuan dinas kesehatan tampat penuh sesak walau hanya lesehan tetapi tidak mengurangi semangat siswa-siswi untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kegiatan ini adalah merupakan implementasi dari program kerja wali kelas dalam setahun.

Hadir dalam kesempatan itu adalah kepala dinas Kesehatan Kota Bontang dr. Indriati As'ad yang dalam sambutan pembukaannya memberi apresiasi kepada pihak MI Ar-Riyadh yang melakukan kegiatan kerja sama dalam hal meningkatkan pemahaman para siswa terhadap upaya menjaga lingkungan sekolah agar tetap sehat dan bersih. Dalam kesempatan yang sama pula kepala dinas memberi motivasi kepada siswa agar kelak mereka ada yang berprofesi sebagai pegawai kesehatan di lingkungan kota Bontang.

Kegiatan pembelajaran yang berlangsung di Dinkes tersebut merupakan upaya para guru untuk mendatangi dan juga mendatangkan narasumber sesuai dengan tema pembelajaran yang ada dan berkaitan dengan instansi terkait, dalam hal ini seperti yang diadakan pada dinas kesehatan.

Dalam kesempatan itu pula para guru memberi tema kunjungan belajar yaitu : " Dampak dari Makanan dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Siswa". Dalam interaksinya dan materi yang disajikan sangat memberi manfaat dan pengaruhnya terhadap siswa dan juga para guru.

Pertemuan itu diisi oleh dua orang pemateri yang berbeda dan mempunyai kompetensi yang mumpuni. Acara tersebut berlangsung dari pukul 09.00 dan berakhir pukul 11.30.

Dalam pembelajaran itu pula anak-anak lebih antusias dan akhirnya mereka lebih menyadari betapa pentingnya kesehatan bagi seorang siswa agar dapat meningkatkan prestasi di sekolah dan juga masa depannya yang gemilang. Selain itu pula siswa lebih memahami dampak dari hidup sehat dan bersih dan manfaatnya untuk kesehatannya di masa-masa sekolah baik di jenjang dasar maupun pada setelah berada dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. *** Sulaiman
SMA Hidayatullah Kota Bontang, Kalimantan Timur, yang merupakan sekolah sistem berasrama tingkat SLTA satu-satunya di Kota Bontang, terus berpacu diri menjadi lembaga pendidikan integral barbasis kompetensi. Salah satu yang menjadi concernnya adalah senantiasa menggalakkan penerapan ilmu sosial kemasyarakatan.

Sejak awal berdiri, SMA Hidayatullah Bontang memang telah menyelenggarakan aspek edukasi yang satu ini. Adapun skema pembelajarannya adalah dengan melakukan praktik langsung ke tengah-tengah masyarakat. Para siswa akan dibekali kemampuan bersosialisasi.

"Ilmu kemasyarakatan adalah ilmu terapan. Para siswa langsung ditugaskan langsung terjun ke masyarakat, mereka di sana belajar bersosialisasi dan membangun komunikasi. Diharapkan dengan begitu, peserta didik kelak mampu memahami dan dapat bersosialisasi dengan baik serta mengerti bagaimana karakter suatu individu atau masyarakat".

Adapun beberapa kegiatan rutin yang dilakukan santri untuk penyelenggarakan sistem edukasi ilmu kemasyarakatan ini adalah diantaranya dengan menugaskan mereka menjadi penceramah di masjid-masjid perkampungan, menjadi khotib jum'at, membina TPA, berdagang, menulis gagasan, dan bersilaturrahim secara berkala ke rumah-rumah penduduk di sekitar pesantren atau sekolah.

Bahkan tidak jarang peserta didik dikirim ke kecamatan atau dusun baru yang sama sekali mereka tak tahu sebelumnya . Disanalah mereka nanti berlatih dan melakukan penelitian tentang ilmu kemasyarakatan ini.

Tak dapat dipungkiri, Ilmu Kemasyarakatan merupakan bidang ilmu terapan yang penting untuk dipahami peserta didik agar kelak mereka dapat berinteraksi dengan baik terhadap lingkungannya. Apalagi mengingat Indonesia adalah bangsa yang heterogen atau masyarakat multikultural (multicultural society).

Masyarakat Indonesia yang multikultural yang terdiri dari banyak kebudayaan dan tradisi ini harus dapat saling saling menghargai satu sama lain. Sehingga demikian, siswa-siswi SMA Hidayatullah Bontang diharapkan kelak dapat menjadi komunikator yang baik yang memiliki tradisi Islam yang luhur seraya tetap menjaga keharmonisan sesama.

PENERIMAAN SISWA/SISWI BARU
SMA HIDAYATULLAH BONTANG
TAHUN PELAJARAN 2013-2014

Persyaratan :


  1. Membawa fotocopy ijazah dan SKHUN SMP/MTs yang sudah dilegalisir masing-masing 2 lembar
  2. Photo terbaru 3x4, 2 lembar
  3. Calon siswa-siswi baru hendaknya diantar orangtua atau muhrimnya
  4. Calon pendaftar harus sehat jasmani dan rohani
  5. Tidak menerima murid pindahan (system baku)
  6. Sudah bisa membaca Al-Quran

Kelebihan yang dimiliki SMA Hidayatullah Bontang saat ini :

  1. Memiliki Asrama siswa/siswi/santri yang representatif
  2. Staff guru pengajar dari berbagai Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia
  3. Memiliki kepengasuhan di asrama
  4. Siswa/siswi/santri dibina secara menyeluruh (integral) 
  5. Tersedia program pengembangan potensi kecerdasan peserta didik; spiritual, intelektual, profesional meliputi ; Kepesantrenan, Ketrampilan dan ekstra kurikuler 
  6. Beraqidah & bermanhaj Ahlus sunnah waljama’ah.
  7. Sistem pendidikan terpadu (integral) baik secara ilmiah, islamiyah & alamiyah.
  8. Pendidikan berlangsung baik di sekolah, masjid, asrama dan lingkungan pesantren. Memadukan kurikulum KTSP Nasional dan kurikulum Pesantren Hidayatullah.
  9. Alumni SMA Hidayatullah telah terbukti berhasil melanjutkan ke perguruan tinggi di Indonesia. 
  10. Biaya terjangkau, bahkan mengusahakan pendidikan gratis bagi yang tidak mampu.
  11. Dibimbing oleh guru-guru yang isyaAllah mumpuni*, lulusan berbagai Perguruan Tinggi dan Pondok Pesantren.
  12. Dikondisikan berbahasa Arab dan bahasa Inggris
  13. Mengupayakan tercapainya out-put profil yang memiliki kecakapan hidup (life skill) dan berdaya saing menghadapi tantangan zaman.


Beasiswa dari Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim yang pendaftarannya dengan sistem online (dalam jaringan) senilai Rp97,5 miliar, sementara jumlah penerimanya mencapai 23.212 orang baik yang bestatus pelajar maupun mahasiswa.

“Sebenarnya total beasiswa dari program Beasiswa Kaltim Cemerlang 2013 mencapai Rp149 miliar, tetapi yang kami kelola dengan sistem online sebesar Rp97,5 miliar, kemudian selebihnya langsung ditangani oleh Dinas Pendidikan Kaltim,” ujar Ketua Tim Pengelola Beasiswa Kaltim Cemerlang H Bohari Yusuf.

Bohari yang juga Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Pendidikan ini melanjutkan, beasiswa yang senilai Rp97,5 miliar itu terbagi menjadi delapan penerima, yakni untuk Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk program Diploma, program Sarjana atau Diploma IV, dan program Magister.

Kemudian untuk program Doktor, program Internasional, program siswa dan mahasiswa Berprestasi, serta untuk program siswa dan mahasiswa anak cucu Veteran.

Rinciannya antara lain untuk Pendidikan Dasar dan Menengah yang terdiri beasiswa prestasi Ujian Nasional (UN) jenjang SD/MI dengan kuota 280 orang senilai Rp500 ribu per siswa, beasiswa prestasi UN 2013 jenjang SMP/MTs dengan kuota 280 orang senilai Rp1 juta per siswa, prestasi UN 2013 jenjang SMA dan yang sederajat dengan kuota 700 orang senilai Rp1,5 juta per siswa.

Selanjutnya beasiswa bagi siswa kurang mampu atau miskin per kabupaten dan kota jenjang SD/MI dengan kuota 2.800 anak senilai Rp485 ribu per siswa, siswa kurang mampu jenjang SMP/MTs dengan kuota 1.560 anak senilai Rp600 ribu per siswa, dan siswa kurang mampu jenjang SMA/SMK/MA dengan kuota 1.400 anak senilai Rp720 ribu per siswa.

Untuk beasiswa program Diploma, penerimanya adalah berupa stimulan mahasiswa Diploma per kabupaten atau kota dengan kuota sebanyak 500 orang senilai Rp2,5 juta per mahasiswa, stimulan mahasiswa Diploma per perguruan tinggi dengan kuota 450 orang senilai Rp2,5 juta per mahasiswa.

Stimulan mahasiswa Diploma kurang mampu dengan kuota 175 orang senilai Rp2,5 juta per mahasiswa, beasiswa mahasiswa berprestasi dalam daerah dengan 45 kuota senilai Rp5 juta per mahasiswa.

Beasiswa mahasiswa berprestasi luar daerah dengan 25 kuota senilai Rp6 juta per mahasiswa, stimulan mahasiswa diploma kesehatan dengan 2.995 kuota senilai Rp2,5 juta per mahasiswa, beasiswa untuk mahasiswa lama dan baru di Polteknik Sang Hyang Seri (SHS) masing-masing 50 orang dengan nilai disesuaikan kebutuhan SHS. (pay).
Kemajuan pembangunan pendidikan di Provinsi Kaltim dinilai anggota DPRD setempat sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, seperti beasiswa tahun 2012 sebesar Rp103 miliar, berdirinya Institut Teknologi Kalimantan dan Institut Seni Budaya Indonesia.

"Untuk beasiswa pada 2012, misalnya, saya kira nilainya cukup besar karena mencapai Rp103 miliar yang diperuntukkan bagi sekitar 30.000 penerima, baik untuk pelajar maupun mahasiswa hingga jenjang S3," ujar anggota Komisi IV Bidang Pendidikan DPRD Kaltim Hj Encik Widyani di Samarinda, Rabu.

Encik yang ditemui usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kaltim yang ke- 56 di Stadion Sempaja Samarinda ini melanjutkan, Beasiswa Kaltim Cemerlang 2012 itu dinilai sangat membantu bagi pelajar dan mahasiswa, baik mereka yang mendapat beasiswa karena prestasi maupun beasiswa karena tidak mampu.

Menurut dia, memang masih ada kekurangan dalam penyaluran beasiswa tersebut, misalnya waktu pencairannya yang terhambat dan adanya nada sumbang lainnya, namun hal itu perlu dijadikan bahan instropeksi diri bagi pengelolanya agar dapat diperbaiki sehingga pada tahun-tahun mendatang harus benar-benar tepat sasaran.

Kemajuan lainnya adalah pada 2012 telah berdiri Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Karang Joang Balikpapan, termasuk berdirinya Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Saat ini mahasiswa di dua institut itu masih menumpang kuliah di dua kampus berbeda, yakni di Institut Sepuluh November Surabaya untuk ITK, kemudian menumpang kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta untuk mahasiswa ISBI Kaltim.

Dua kampus tersebut saat ini masih dalam tahap pembangunan. Apabila masing-masing kampus itu tuntas dan dapat dioperasikan, maka para mahasiswa yang masih numpang kuliah itu akan kembali ke Kaltim untuk melanjutkan proses belajar mengajar.

Pada ITK di Balikpapan memiliki lima program studi, yakni Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Kimia, Teknik Sipil, dan Teknik Perkapalan. Kemudian pada ISBI Kaltim di Tenggarong terdapat Jurusan Teater, Seni Suara dan Seni Tari. (antara)

Dinas Pendidikan Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan tahun 2015 semua guru di provinsi itu harus sudah sarjana, bersamaan kebijakan mendorong guru melanjutkan pendidikan sejak tahun 2009.

"Sejak 2009 guru-guru secara bertahap ditingkatkan kemampuan dan pendidikannya. Guru yang hanya lulus SMA dikuliahkan hingga sarjana (S1), kemudian yang S1 dikuliahkan hingga magister (S2)," kata Kadisdik Kaltim H Musyahrim di Samarinda, Senin (17/12/2012).

Ada beberapa tujuan dalam menyekolahkan para guru hingga sarja tersebut, di antaranya adalah untuk meningkatkan kualitas dan pengetahuan mereka, serta agar guru bisa mengikuti sertifikasi, yakni syarat sertifikasi adalah guru minimal berpenidikan S1.

Sedangkan imbas dari sertifikasi adalah agar guru dapat hidup lebih sejahtera, pasalnya guru yang telah bersertifikasi akan mendapat tunjangan yang nilainya sama dengan gaji pokok.

Menurutnya, hingga 2012 terdapat 1.187 guru di Kaltim yang sudah dikuliahkan hingga S1 dan S2 oleh Pemprov Katim, yakni melalui kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi baik di dalam wilayah Kaltim maupun di luar Kaltim.

Perguruan Tinggi di Kaltim yang diajak kerjasama adalah Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Samarinda. Kemudian yang di luar Kaltim adalah dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Sedangkan pada 2013, pihaknya telah memprogramkan menguliahkan sebanyak 880 guru dengan kualifikasi pendidikan S1 dan S2, di sejumlah perguruan tinggi baik yang di dalam maupun luar Kaltim.

Rincian dari 880 guru yang akan dikuliahkan itu adalah terdapat 230 guru dengan kualifikasi S2, kemudian 650 guru dengan kualifikasi S1.

Para guru yang akan mendapat kualifikasi S2 adalah guru SMK bidang keahlian, seperti keahlian teknik mesin, teknik bangunan, listrik, dan beberapa keahlian produktif lainnya dengan jumlah sekitar 30 guru. Mereka akan kuliah di luar Kaltim, yakni di Unesa.

Kemudian 100 guru IPA akan dikuliahkan di Unmul Samarinda, 20 guru PAUD di Unmul, dan sebanyak 80 guru Pendidikan Agama kuliah di STAIN Samarinda.

Untuk kualifikasi S1 adalah, terdapat 150 guru PAUD dikuliahkan di Unmul, 300 hingga 400 guru PAUD kuliah di Universitas Terbuka (UT) Samarinda, dan 100 guru SD kuliah di Unmul Samarinda.

Sumber :ANTARA

KALTIM Education Awards kembali akan digelar. Bertempat di Hotel Bumi Senyiur, event ini akan memberikan penghargaan untuk 12 kategori kepada seluruh pemerhati pendidikan yang berprestasi dan peduli terhadap perkembangan dunia pendidikan di Kaltim. Penganugerahan ini diberikan baik kepada perorangan maupun lembaga atau yayasan. Event ini dirangkai dengan HUT Pemprov Kaltim, Sabtu (17/12).

Berbeda dengan dua tahun sebelumnya, karena di tahun ketiga pelaksanaan Kaltim Education Awards ini, ada kategori baru ditambahkan, yakni kategori pers atau media yang peduli dengan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim Musyahrim menjelaskan, Kaltim Education Awards adalah event yang digelar setiap tahun selama kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak. Tahun ini ada penambahan kategori untuk pers atau media. Dan tidak menutup kemungkinan, tahun depan akan bertambah lagi kategorinya.

"Penerima awards ini ditetapkan tim juri dengan sistem skoring berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkan. Dan pemenang awards akan diberikan kepada nominator yang memiliki skor atau nilai tertinggi pada setiap kategori," jelas Musyahrim di ruang kerjanya kemarin.

Menurutnya, dengan adanya seleksi calon penerima Kaltim Education Awards 2011 ini, diharapkan mampu memotivasi setiap warga yang bergerak dalam dunia pendidikan untuk lebih bersinergi dengan pemerintah.

Baik itu pemerintah kabupaten/kota ataupun pemprov sehingga program Pemprov Kaltim Cemerlang yang sedang dilaksanakan dapat tercapai dengan baik. "Penetapan ini telah melalui proses penilaian yang dilakukan beberapa bulan ini oleh tim yang terdiri dari Disdik, PGRI, perguruan tinggi, baik negeri mapun swasta, dan organisasi pendidikan. Event ini diketuai Ketua Dewan Pendidikan Kaltim, Bohari Yusuf," lanjutnya.

Sumber: Sapos
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia menggelar Sosialisasi Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) bagi SD/MI/SDLB dan SMA/MA-SMP/MTs/SMPLB-SMALB-SMK, yang dilaksanakan di ruang Kalamaya, Hotel Diamond, Samarinda, Senin (13/12) lalu.


Kaltim merupakan daerah di Indonesia yang paling awal menjadi tempat digelarnya Sosialisasi UN. Sosialisasi mengenai UN ini disampaikan oleh Prof. DR. Dja’ali, yang merupakan anggota BSNP Kementerian Pendidikan Nasional RI, dengan tujuan untuk menyampaikan informasi mengenai UN tahun ajaran 2011/2012 yang dilaksanakan pada bulan April 2012.

“Informasi ini disampaikan lebih awal guna membantu kepala sekolah serta rekan-rekan guru untuk mempersiapkan siswa-siswinya dalam menghadapi UN, sehingga dapat meraih hasil yang maksimal. Karena walaupun UN dilaksanakan setiap tahun, namun selalu saja masih ada hal-hal yang perlu dibenahi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Musyahrim, saat membuka acara Sosialisasi Penyelenggaraan UN di Kaltim.

Musyahrim mengharapkan dengan informasi yang didapat pada hari ini, para pemangku kepentingan dari Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Kaltim bisa segera menyampaikan ke sekolah-sekolah mengenai metode pelaksanaan UN yang akan digelar pada April 2012 mendatang.

Tahun ajaran 201/1/2012 ini UN tetap dilaksanakan karena memang fungsinya bukan hanya untuk penetapan kelulusan semata, melainkan ada empat tujuan UN, yaitu untuk pemetaan pendidikan, dasar seleksi pendidikan, penentu kelulusan, serta sebagai dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Sementara itu menurut Prof. DR. Dja’ali selaku pemateri menjelaskan bahwa UN tahun ajaran 2011/2012 yang digelar pada bulan April 2012 akan ada perubahan terhadap ketentuan pencetakan soal, yang semula diserahkan kepada daerah namun untuk UN nanti sepenuhnya ditangani oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendiknas RI.

“Tidak banyak yang berubah pada pelaksanaan UN nanti, karena perubahan yang mendasar mengenai formula kelulusan, sudah dilakukan pada UN tahun ajaran 2010/2011. Untuk tahun ajaran 2011/2012 ini pola pencetakan soal UN ditangani sepenuhnya oleh pusat, setelah sebelumnya sejak tahun 2006 pola pencetakan soal UN ditangani oleh pemerintah daerah, dan lelangnya pun diikuti oleh perusahaan percetakan lokal,” jelas Dja’ali.

Sedangkan untuk mencapai kesuksesan penyelenggaraan UN di daerah, Dja’ali mengatakan bahwa kepala sekolah dan guru memegang peranan penting dalam peningkatan mutu pendidikan.

“Guru dan kepala sekolah merupakan kunci dari peningkatan mutu pendidikan di daerah. Jadi dalam UN nanti guru dan kepala sekolah diminta lebih objektif dalam memberikan nilai sekolah, yang menjadi pendukung kelulusan seorang siswa. Agar nantinya UN benar-benar bisa dijadikan tolok ukur pemetaan standar mutu pendidikan antar sekolah, kabupaten/kota dan provinsi,” katanya.

Sumber: Diknas Kaltim